Thursday, May 17, 2018

KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO

KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO

1.Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Individu
Dalam bentuk yang paling sederhana, keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari satu individu yang berpotongan dengan kurva supply dari individu lain. Bentuk kurva demand yang negatif (dari kiri atas ke kanan bawah) dan bentuk kurva supply yang positif (dari kanan atas ke kiri bawah).

2.Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Industri
Keseimbangan ini sama saja dengan keseimbangan pada ekonomi makro, yaitu dengan  menjumlahkan kurva demand individu secara horizontal yang akan menjadi permintaan industri dan menjumlahkan kurva-kurva supply yang akan menjadi penawaran industri. Dan adanya pasar sebagai pembeli besar tidak merubah bentuk kurva demand ataupun supply.

3.Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat
Bila seluruh individu dikumlahkan secara horizontal menjadi industri sehingga didapat kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu perekonomian (ΣQs), dan jumlah kuantitas barang A yang diminta dalam suatu perekonomian (ΣQd), maka didapat kurva demand agregat dan kurva supply agreagat dari industri A.
Selanjutnya, bila kuantitas barang dan jasa masing-masing industri di konversikan dalam satuan yang sama, katakan saja output nasional Y, maka didapatkan Aggregate Demand (AD) dan Aggregate Supply (AS) nasional. Secara garis sumbu vertical menggambarkan harga-harga umum P, sedangkan sumbu horizontal menggambarkan output nasional Y.

Patut diingat bahwa sampai saat ini, kita masih mengasumsikan bahwa belum ada uang dalam perekonomian.

4. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Adanya Uang Dalam Perekonomian
Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD=AS.
Dalam pembentukan Aggregate Demand, ada dua keseimbangan pasar yang menentukan, yaitu:
Keseimbangan pasar uang
Keseimbangan pasar barang dan jasa

5. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Masuknya Peran Pemerintah
Dengan wewenangnya pemerintah dapat menarik pajak dan menjadikanya sebagai tabungan pemerintah. Selain itu, Dengan tabunganya yang besar pemerintah mempunyai kemampuan yang besar sebagai pembeli. Katakanlah pemerintah menaikan tabungannya (Sg), dan pada saat yang sama, menaikan belanjanya yang masuk ke dalam perekonomian.
Y = C + S
Y = (Cg+Ch) + (Sg + Sh)
dimana:
Y adalah pendapatan nasional.
Cg adalah konsumsi pemerintah
Ch adalah konsumsi rumah tangga
Sg adalah tabungan pemerintah
Sh adalah tabungan rumah tangga

6.Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro pada Macam-macam Aggregate Supply (Materi Intermediate)

  • Kurva AS ber-slope positif: tanpa rigiditas dan rigiditas gaji

Pendapat Keynes yang dibangun dalam hal asumsi yang digunakan dalam kurva AS yang ber-slope positif dalam kenyataannya adalah:

  1. Pasar barang kompetitif, dan harga-harga fleksibel
  2. Gaji-gaji tidak fleksibel, dengan kata lain ada rigiditas (kekakuan) gaji nominal.




  • Kurva AS ber-slope horizontal: rigiditas harga

Alternative lain dari asumsi Keynes adalah dengan mengasumsikan rigiditas terjadi pada harga, bukan pada gaji. Secara lengkap, asumsi alternative ini adalah sebagai berikut:

  1. Harga-harga tidak fleksibel
  2. Pasar tenaga kerja kompetitif, dan gaji-gaji fleksibel. Dengan kata lain tidak ada rigiditas gaji (kekakuan gaji).



  • Kurva AS ber-slope vertikal: rigiditas output

Alternative lain adalah dengan mengasumsikan rigiditas pada output, bukan pada gaji atau pada harga. Kurva AS mempunyai slope yang vertical pada saat seluruh kapasitas produksi perekonomian telah terpakai. Asumsi yang digunakan dalam kurva AS yang berslope vertical adalah:

  1. Perekonomian berada pada keadaan kapasitas penuh. Dengan kata lain, ada rigiditas output.
  2. Harga-harga fleksibel, dapat turun naik. Dengan kata lain, tidak ada rigiditas harga (kekuatan harga).



  • Keseimbangan AS-AD

Dampak dari kenaikan AD berbeda-beda pada jenis AS yang berbeda. Dengan AS yang mempunyai slope horizontal, maka pergeseran AD hanya bedampak pada Y. Bila AD naik maka pendapatan nasional naik, sebaliknya bila AD turun, maka pendapatan turun. Harga tetap P. Dengan AS yang mempunyai slope positif maka pergeseran AD berdampak pada P dan Y. Bila AD naik maka harga naik dan pendapatan nasional naik. Sebaliknya, bila AD turun maka harga turun dan pendapatan turun.
Dengan AS yang mempunyai slope vertical maka AD hanya berdampak pada P. bila AD Naik, maka harga naik sebaliknya, bila AD turun, maka harga turun. Pendapatan nasional tetap Y.

Sumber artikel:
INTAN YULIANA
NIM : 511201211
FAKULTAS/JURUSAN : SYARIAH/MUAMALAH
SEMESTER/UNIT : 6 /3
MATA KULIAH : EKONOMI MAKRO ISLAM, hal. 11-14, tugas resume buku
EKONOMI MAKRO ISLAMI
(edisi kedua)
Oleh:
Ir. Adiwarman A. Karim, S. E., M.B.A., M.A.E.P
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Tahun 2007
328 hlm, 23 cm




Wednesday, May 16, 2018

Artikel teori produksi islam

TEORI PRODUKSI ISLAM

Kata “produksi” dalam bahasa arab dengan kata al-intaj yang secara harfiyah dimaknai dengan mewujudkan atau mengadakan sesuatu atau pelayanan jasa yang jelas dengan menuntut adanya bantuan penggabungan unsur-unsur produksi yang terbingkai dalam waktu yang terbatas.
Tujuan produksi menurut perspektif fiqih ekonomi khalifah umar bin khatab adalah sebagai berikut:
a. Merealisasikan keuntungan seoptimal mungkin.
Maksud tujuan ini berbeda dengan pemahaman ahli kapitalis yang berusaha meraih keuntungan sebesar mungkin, tetapi ketika berproduksi memerhatikan realisasi keuntungan dalam arti tidak sekedar berproduksi rutin atau asal produksi.
b. Merealisasikan kecukupan individu dan keluarga.
Seorang muslim wajib melakukan aktivitas yang dapat merealisasikan kecukupannya dan kecukupan orang yang menjadi kewajiban nafkahnya.
c. Tidak mengandalkan orang lain .
Umar r.a tidak membolehkan seseorang yang mampu bekerja untuk menadahkan tangannya kepada orang lain dengan meminta-minta dan menyerukan kaum muslimin untuk bersandar kepada diri mereka sendiri, tidak mengharap apa yang ditangan orang lain.
d. Melindungi harta dan mengembangkannya.
Umar r.a menyerukan kepada manusia untuk memelihara harta dan mengembangkannya dengan mengeksplorasikannya dalam kegiatan-kegitan produksi.
e. Mengeksplorasikan sumber-sumber ekonomi dan mempersiapkannya untuk dimanfaatkan.
Sesungguhnya Allah ta’ala telah mempersiapkan bagi manusia di dunia ini banyak sumber ekonomi, namun pada umumnya tidak memenuhi hajat insani bila dieksplorasi oleh manusia dalam kegiatan produksi yang mempersiapkannya agar layak dimanfaatkan (Q.S AL-Mulk: 15)
f. Pembebasan dari belenggu ketergantungan ekonomi.
Bangsa yang memproduksi kebutuhan-kebutuhannya adalah bangsa yang mandiri dan terbatas dari belenggu ketergantungan ekonomi bangsa lain.
g. Taqarrub kepada Allah SWT.
Bahwa seorang produsen muslim akan meraih pahala dari sisi Allah SWT disebabkan aktivitas produksinya.

Pada umumya fungsi produsi adalah menciptakan barang dan atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat
Menurut bambang Tricahyono dalam “Manajemen Produsi” menjelaskan empat fungsi produksi operasi, yaitu:
a. Proses pengolahan.
b. Jasa-jasa penunjang.
c. Perencanaan.
d. Pengedalian atau pengawasan.

SUMBER:
1. Sumar’in, ekonomi islam sebuah pendekatan ekonomi mikro perspektif islam,  (Yogyakarta: Graha ilmu, 2013), cet 1, hlm. 138.
2. https://madinatulummah.blogspot.com/2018/12/produktivitas-dalam-islam.html diakses tanggal 22 maret 2018, 21:35.
3. Eko supriyanto, ekonomi micro islam (Malang: UIN – MALANG 2008) HAL. 167-168.