TEORI PRODUKSI ISLAM
Kata “produksi” dalam bahasa arab dengan kata al-intaj yang secara harfiyah dimaknai dengan mewujudkan atau mengadakan sesuatu atau pelayanan jasa yang jelas dengan menuntut adanya bantuan penggabungan unsur-unsur produksi yang terbingkai dalam waktu yang terbatas.
Tujuan produksi menurut perspektif fiqih ekonomi khalifah umar bin khatab adalah sebagai berikut:
a. Merealisasikan keuntungan seoptimal mungkin.
Maksud tujuan ini berbeda dengan pemahaman ahli kapitalis yang berusaha meraih keuntungan sebesar mungkin, tetapi ketika berproduksi memerhatikan realisasi keuntungan dalam arti tidak sekedar berproduksi rutin atau asal produksi.
b. Merealisasikan kecukupan individu dan keluarga.
Seorang muslim wajib melakukan aktivitas yang dapat merealisasikan kecukupannya dan kecukupan orang yang menjadi kewajiban nafkahnya.
c. Tidak mengandalkan orang lain .
Umar r.a tidak membolehkan seseorang yang mampu bekerja untuk menadahkan tangannya kepada orang lain dengan meminta-minta dan menyerukan kaum muslimin untuk bersandar kepada diri mereka sendiri, tidak mengharap apa yang ditangan orang lain.
d. Melindungi harta dan mengembangkannya.
Umar r.a menyerukan kepada manusia untuk memelihara harta dan mengembangkannya dengan mengeksplorasikannya dalam kegiatan-kegitan produksi.
e. Mengeksplorasikan sumber-sumber ekonomi dan mempersiapkannya untuk dimanfaatkan.
Sesungguhnya Allah ta’ala telah mempersiapkan bagi manusia di dunia ini banyak sumber ekonomi, namun pada umumnya tidak memenuhi hajat insani bila dieksplorasi oleh manusia dalam kegiatan produksi yang mempersiapkannya agar layak dimanfaatkan (Q.S AL-Mulk: 15)
f. Pembebasan dari belenggu ketergantungan ekonomi.
Bangsa yang memproduksi kebutuhan-kebutuhannya adalah bangsa yang mandiri dan terbatas dari belenggu ketergantungan ekonomi bangsa lain.
g. Taqarrub kepada Allah SWT.
Bahwa seorang produsen muslim akan meraih pahala dari sisi Allah SWT disebabkan aktivitas produksinya.
Pada umumya fungsi produsi adalah menciptakan barang dan atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat
Menurut bambang Tricahyono dalam “Manajemen Produsi” menjelaskan empat fungsi produksi operasi, yaitu:
a. Proses pengolahan.
b. Jasa-jasa penunjang.
c. Perencanaan.
d. Pengedalian atau pengawasan.
SUMBER:
1. Sumar’in, ekonomi islam sebuah pendekatan ekonomi mikro perspektif islam, (Yogyakarta: Graha ilmu, 2013), cet 1, hlm. 138.
2. https://madinatulummah.blogspot.com/2018/12/produktivitas-dalam-islam.html diakses tanggal 22 maret 2018, 21:35.
3. Eko supriyanto, ekonomi micro islam (Malang: UIN – MALANG 2008) HAL. 167-168.
No comments:
Post a Comment